BerandaNewsDetik-Detik Retno Melindungi Cucu dengan Jilbab Saat Puting Beliung Hantam Nagari Batu...

Detik-Detik Retno Melindungi Cucu dengan Jilbab Saat Puting Beliung Hantam Nagari Batu Payuang

LIMA PULUH KOTA, Batu Payuang – Bencana angin puting beliung yang melanda dua nagari di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota Minggu, menyisakan kisah pilu sekaligus heroik. Sebanyak 13 rumah terdampak, termasuk kediaman Retno Sriwati (51), warga Nagari Batu Payuang, yang berjuang menyelamatkan cucunya di tengah terjangan angin dahsyat.

Sore itu, hujan baru saja reda di Jorong Kapalo Bukik. Retno tengah bersiap memasak sambal ketika cucunya tiba-tiba berlari memanggil “Nenek!” sambil menangis. Belum sempat bertanya, dentuman keras dari atap rumah terdengar diikuti hembusan angin yang kian menguat.

“Atap rumah berbunyi keras, lalu angin puting beliung datang tiba-tiba,” ujar Retno dengan mata berkaca-kaca saat ditemui Padang Ekspres.

Di tengah kepanikan, cucunya memeluknya erat. Retno menggendong sang cucu sambil mengajak anaknya berzikir. Namun angin justru semakin brutal—asbes beterbangan, suara gemuruh menggetarkan rumah, dan serpihan atap beterbangan ke segala arah.

Dengan naluri seorang nenek, Retno memeluk cucunya erat dan menutupinya dengan jilbab untuk melindungi dari serpihan material. Pada saat bersamaan, sebatang kayu panjang jatuh dari atap dan hampir menimpa putrinya. Beruntung, putrinya hanya mengalami luka ringan di tangan.

“Saya lihat pohon kelapa di depan rumah sudah berputar-putar. Saya tanya anak saya, ‘Kita lari ke mana, Nak?’” kenangnya.

Kondisi makin tidak kondusif setelah suara keras terdengar dari arah kamar mandi. Dalam kondisi basah kuyup, Retno bersama anak dan cucunya memutuskan menyelamatkan diri ke rumah kerabat tepat di depan rumah mereka. Di tempat itu mereka selamat dari amukan puting beliung yang berlangsung sekitar 15 menit.

Retno mengaku tidak melihat kapan atap rumahnya terbang, namun suara keras menandakan kerusakan parah. Putrinya menyebutkan atap terhempas hingga ke seberang rumah sesaat setelah ia mematikan listrik.

Pasca kejadian, rumah Retno mengalami kerusakan berat. Atap bagian dapur dan kamar mandi hancur, sementara hampir seluruh perabot rumah seperti kasur, kursi, dan pakaian basah total. Untuk sementara, Retno dan keluarganya menumpang di rumah kerabatnya, “Mak Tuo”.

BERITA TERBARU

Iklan

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

DUKCAPIL

Related News